Kesempatan Inter Milan Dapati Lionel Messi Semakin Besar

Inter Milan akan semakin mempunyai peluang lebih untuk memboyong bintang dari Barcelona, Lionel Messi. Ayah Messi, Jorge, telah memberikan sinyal untuk pindah ke Italia pada waktu dekat ini.

Masa depan Messi dengan Barcelona sudah menjadi tanda tanya besar. Kontrak dari Messi di Barcelona telah akan habis pada Juni 2021 dan sampai pada saat ini adanya negosiasi telah ditemui jalan buntu.

Ada dugaan jikalau Messi akan meninggalkan Barcelona sebab telah kecewa dengan adanya kebijakan pada akhir-akhir ini. Maka itu, Messi akan terus menunda negosiasi pada kontrak barunya.

Inter Milan telah menjadi klub yang diduga akan mendapatkan Messi disaat ia pergi dari Barcelona. Sudah lama sekali La Beneamata ingin memiliki Messi.

Pada saat ini berita akan kepindahan dari Messi ke Inter Milan terdengar semakin kencang. Gazzetta dello Sport telah melaporkan jika ayah dari Messi telah membeli rumah di Porta Nuova yang terletak di kota Milan.

Pada saat ini Jorge akan pindah ke Italia pada tahun ini, Messi juga telah diperkirakan juga bisa ikut hijrah. Tetapi Messi berkemungkinan akan pindah tahun depan pada saat kontraknya habis dengan Barcelona.

Jika Messi pindah ke Inter Milan mungkin bisa menjadi solusi terbaik untuk Messi. Di Italia, Messi juga bisa mendapatkan keuntungan dari urusan pajak. Untuk pajak di Italia di pesepakbola tak sebesar di Spanyol.

Demi mendapatkan Messi, Inter Milan harus memerlukan dana yang besar. Jika andai bisa memiliki gratis tahun depan, Inter Milan juga harus menyediakan gaji lebih kurang 30 juta euro per musim.

Inter pasti akan bisa mendapatkan bantuan dari Pirelli dari selaku sponsor utama klub. Dari petinggi Pirelli, Marco Tronchetti, saat awal bulan ini telah mengakui mau membantu pendaan merekrut Messi.

Liverpool Akan Semakin Dekat Dengan Juara Ajang Premier League

Liverpool sedang mengejar gelar kompetisi ajang Premier League yang sudah sangat lama mereka tunggu selama 30 tahun. Kompetisi ajang Premier League di Inggris akan digelar kembali pada 17 Juni 2020, setelah sebelumnya dihentikan karena Pandemi COVID-19.

Klub berjulukan The Reds ini hanya membutuhkan dua kali kemenangan saja untuk bisa menjadi juara ajang Premier League. Mereka sudah unggul 25 poin dari klub serival mereka, Manchester City.

Sang Manager, Jurgen Klopp ternyata tidak hanya ingin mengincar gelar ajang Premier League saja tetapi mereka juga ingin menyapu bersih semua poin tersisa diajang Liga inggris.

Dilansir oleh media BBC Sports, Klopp menyatakan, “Merupakan hal yang sangat menyenangkan jika kita memikirkan keadaan ini, tapi kami masih belum menjadi juara”,

“Semua para pemain Liverpool juga sudah tahu bahwa kami sudah mendekati dengan yang namanya Juara.Namun ada masih ada 27 poin tersisa dan kami akan mencoba dan berusaha untuk menjadi terbaik untuk mengambil semuanya”, ungkap Klopp

Jika saja nanti Liverpool berhasil mengumpulkan total poin sebanyak 107 poin, maka torehan tersebut akan menjadi rekor terbaik untuk mereka. Karena untuk saat ini perolehan poin terbanyak diajang Premier League masih dipegang oleh Manchester City.

Saat itu Manchester City berhasil menjadi juara ajang Premier League dengan total perolehan poin terakhir mencapai 100 poin dimusim 2017-2018.

Manajer asal Jerman, Jurgen Klopp menegaskan bahwa semua para pemainnya akan langsung menunjukkan performa terbaik saat ajang Liga Inggris dilanjutkan kembali. The Reds tidak akan hanya mencari dua gelar kejuaraan sebagai syarat untuk bisa menjadi juara ajang.

“Kami masih dalam keadaan yang bukan menjadi juara ajang. Kami harus bisa bermain disetiap ajang sepkbol dan harus berhasil memenangkan ajang sebanyak dua ajang lagi”,

“Namun, kami sendiri tidak ingin berhenti begitu saja saat mendapatkan dua kali kemenangan. Saya sudah melihat bahwa para meian kami ingin menorehkan rekornya dan untuk bisa mewujudkan itu semua, kami harus bisa berkerja keras”, ungkap Jurgen Klopp.

Liverpool saat ini berhasil menempati posisi puncak dipapan klasemen sementara Liga Inggris dengan total poin sebanyak 82 poin.

MU Diminta Pecahkan Celengan untuk Rekrut Jadon Sancho

Paul Ince yang pernah menjadi Manchester United sudah memberikan saran kepadan Manajemen Setan Merah. Mantan pemain Setan merah menilai bahwa Mu harus bisa mengeluarkan dana yang banyak untuk mendatangkan seorang Jadon Sancho. hal tersebut sudah tidak di ragukan lagi karena melihat dari aksi kemampuan nya.

Nama seperti Sancho sudah di hubungkan pada Bursa Transfer Kemarin , sang pemain milik Dortmund sudah di incar oleh pelatih Mu Ole Gunnar Solskjaer. dengan melihat kemampuan nya ia bisa di katakan cukup untuk membantuk skuat Solskjaer untuk meraih Gelar Juara Primer League pada musim depan.

Dengan ingin mendatangkan seorang Sancho , membuat Setan merah mengalami kebuntuhan karena pihak dari Manajemen Setan merah tidak bersedia untuk membayar nya karena mahar nya Transfer untuk seorang pemain Muda. apa lagi saat ini ada nya virus corona yang membuat keuangan Setan merah tidak stabil.

Ince juga menilai bahwa dengan keputusan yang di lakukan oleh seorang Manajemen Klub tersebut dalah hal yang tidak masuk akal. karena demi untuk mendapatkan gelar Juara maka Klub harus bisa memberikan pemain yang berkualitas yang tinggi.

Ince mengungkapkan bahwa dengan adanya pandemi virus corona membuat dampak yang negatif untuk dunia sepak bola. dengan begitu beberapa klub juga akan mengalami masalah ketika ingin mengeluarkan dana yang besar hanya 1 pemain saja. dengan begitu Manchester United harus bisa berputar Otak agar bisa melakukan biaya Transfer Untuk seorang Jadon Sancho agar bisa bersaing di primer League pada musim depan.

Bek Sayap Tangguh dan Pasangannya Yang Berbahaya Untuk Lawan

Disepanjang sejarah dunia sepakbola modern ini, terutama untuk posisi bek dan pasangannya memanglah diharuskan solid untuk bisa menaklukkan lawannya. Selain solid, kemampuan bertahan dan kemampuannya mengawali serangan juga diperlukan.

Dilansir oleh media Sportkeed, berikut beberapa bek sayap dan pasangannya yang sangat solid disepanjang masa:

PAOLO MALDINI – MARUO TASSOTTI

Duet dari Paolo Maldini dan Mauro Tassotto ini berhasil mencatatkan 58 laga secara berturut-turut. Mereka melakukannya tanpa lelah pada musim periode 1991-1993. Mereka juga menjadi bagian pasangan legendaris dari salah satu klun Italia, AC Milan.

AC Milan mampu menguasai Italia dan Eropa mulai 1987- 1995. Saat masih berada dibawah asuhan Franco Baresi dan Paolo Maldini, AC Milan disebut sebagai salah tim terbaik disepanjang sejarah pada akhir era 80’an sampai 90’an.

Kedua pasangan ini memiliki karir yang meningkat dengan pesat dan menjadi pasangan yang menakjubkan karena memiliki gaya permainan yang saling melengkapi.

CAFU – ROBERTO CARLOS

Sudah lebih dari satu dekade, Cafu selalu mendapatkan pujian sebagai salah satu pemain bek kanan terbaik didunia. Seringkali bahwa publik melupakan jika kekuatan yang dimiliki Cafu untuk bertahan dikarenakn kehebatannya dalam menyerang.

Eks dari timnas Brasil ini memiliki kemampuan naik turun diposisi sayap disepanjang laga tanpa mengenal lelah. Cafu mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dengan Roberto Carlos dalam hal mendribel bola, tetapi diirnya tetap menjadi terkenal karena konsistennya dilapangan.

Selain dikenal dengan kemampuan menyerang, duel antara Cafu dan Roberto Carlo dikenal mampu menghentikan serangan yang datang dari sayap. Tampang mereka sudah sangat cukup membuat mental lawan menjadi menciut.

DANI CARVAJAL – MARCELO

Duel antara Dani Carvajal dan Marcelo adalah salah satu pasangan diantara pondasi dari kesuksesan Real Madrid dizaman modern. Untuk satu dekade terkahir ini, posisi penyerang dari Real Madrid sering menjadi pusat perhatian dimedia pemberitaan.

Namun ekfektivitas klub muncul dari kinerja bek sayap yang tidak egois dan tidak kenal lelah seperti Carvajal-Marcelo. Faktor kesuksesan mereka terletak di kecepatan saat mereka berada dilapangan. Mereka juga kuat dalam hal pertahanan saat mendapatkan serangan balik dari lawan.

Perjalanan Karir Pep Guardiola Sebagai Pelatih

Menjalani karir sebagai pelatih sering kali dipilih seseorang pesepakbola setelah memutuskan untuk gantung sepatu atau pensiun. Ada dari beberapa yang berhasil menorehkan keberhasilan tetapi tidak sedikit dari mereka yang harus gagal untuk menjadi pelatih.

Pep Guardiola adalah salah satu contoh pelatih yang berhasil mengukir tinta emas sebagai pelatih. Saat masih menjadi pemain aktif, dirinya adalah gelandang bertahan yang memiliki kemampuan yang mumpuni.

Pep Guardiola bisa menjadi penyeimbang diarea lini tengah timn yang dibelanya0. Berkarir selama 21 tahun sebagao pemain, dirinya berhasil menorehkan 16 gelar juara saat masih bersama Barcelona.

Selain itu Pep Guardiola juga berhasil membawa timnas asal Spanyol U-23 meraih medali emas ajang Olimpiade 1992. Setelah memutuskan untuk menggantung sepatu, dirinya mencoba berkarir sebagai pelatih di Juni 2007.

Tim pertama yang dinaungi oleh Pep Guardiola adalah Barcelona B. Berada dibawah besutannya , Barcelona B berhasil menembus ajang Playoff Segunda Division B 2008 dan berhasil meraih tiket promosi.

Dengan keberhasilannya menaungi Barcelona B, Pep Guardiola  dipercaya untuk menangani El Barca diawal musim 2008 Р2009. Setelah itu karirnya didunia sepakbola khusunya untuk menjadi pelatih mulai melesat kencang.

Keberadaan Pep Guardiola di Barcelona hanya sampai 2013. Setelah hengkang dari Barcelona, dirinya memutuskan untuk melanjutkan karir kepelatihannya di Bayern Munchen pada Juni 2013

Berada di Bayern Munchen, Pep Guardiola sukses mempersembahkan 7 gelar ajang juara selama tiga musim membesut Munchen. Setelah dari Bayern Munchen, Pep Guardiola dipercaya untuk melatih Manchester City sejak 1 Juli 2016.

Di Manchester City, Guardiola berhasil mempersembahkan trofi kejuaraan sebanyak 8 kali, termasuk didalamnya dua ajang trofi penghargaan Premier League yang didapati secara berturut-turut.

Pep Guardiola adalah pelatih yang bisa dibilang memiliki karir diduni kepelatihan yang sukses dan membesut tim-tim yang diasuhnya. Dimulai dari klub kelas menengah seperti Barcelona B dan kemudian bisa melatih klub kelas tinggi seperti Barcelona sampai Manchester City.

Keahlian yang dimiliki oleh Pep Guardiola tak lepas dari kemampuannya saat dirinya masih menjadi pemain diklub-klub besar yang dibelanya.

Perjalanan Karir Marko Simic

Eks dari timnas asal Kroasia dari berbagai level usia, termasuk didalamnya timnas U-21 tidak menjamin masa depan dari Marko Simic. Disaat teman serivalnya menujukkan aksinya diajang kompetisi Eropa, Marko malah memilih untuk meniti karier di Indonesia.

Keberadaan Marko di Indonesia mengalami performa yang meningkat. Aman berpendapat bahwa pria berpostur tinggi 187 cm ini menjadi pesepakbola yang paling terkenal di jagat Nusantara saat ini. Dirinya menjadi salah satu pemain dengan bayaran termahal di Shopee Liga 1.

Saat ini namanya terdengar dimana-mana karena keahliannya sebagai pembobol gawang lawan. Pesepakbola dengan nomor punggung 9 ini juga memiliki paras wajah yang tampan.

Sebelum akhirnya memilih untuk bermain di Persija Jakarta, Simic hanyalah pesepakbola biasa dan bukan siapa siapa. Dimulai dari Latvia, Rusia, Polandia, Hungaria sampai Slovenia serta Italia pernah disinggahinya.

Selanjutnya takdir membawa Marko Simic ke Vietnam ditahun 2015. Keberadaannya di Vietnam juga sangat populer, kepopulerannya mulai terangkat disana.

Kemudian setelah dari Vietnam, Marko Simic ke Malaysia setelah berkarir di Vietnam selama dua musim yaitu tahun 2017. Performanya bersama dengan klub diputaran pertama ajang kompetisi kasta kedua Liga Malaysia mampu menarik perhatian Melaka United.

Melaka United adalah salah satu klub dari devisi  teratas Negeri Jiran. Marko pun memutuskan untuk pindah keklub tersebut pada pertengahan musim. Dinegeri tersebut, dirinya kembali mendapatkan tawaran dari Persija Jakarta, Indonesia.

Keberadaan Marko Simic di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dirinya merasakan puncak kejayaan dari kariernya saat ini. Bersama dengan Persija, dirinya berhasil mempersembahkan juara ajang Liga 1 2018.

Semusim setelah itu, Marko Simic kembali mendapatkan penghargaan sebagai pemain Top Soccer disetiap kompetisi yang dijalaninya di Indonesia dengan total perolehan gol sebanyak 28 gol.

Secara keseluruhan, Marko Simic sudah tampil selama dua tahun di Indonesia. Pria kelahiran asal Rijeka ini berhasil mengumpulkan gol sebanyak 62 gol termasuk didalamnya ajang Liga 1, trofi ajang Piala AFC, Trofi ajang Asia Champions League dan Piala Indonesia.

Marko sendiri tidak mau puas karena dirinya masih mengingkan untuk menjadi lebih baik lagi.

Pelatih-Pelatih di Ajang Liga Spanyol Yang Paling Banyak Memberikan Kontribusi

Ajang La Liga Spanyol adalah salah satu dari lima ajang Liga Top di benua Eropa yang disukai. Ajang Kompetisi sepakbola dengan kasta tertinggi di Spanyol berhasil menarik perhatian para penggemar sepakbola global layaknya ajang kompetisi sepakbola di Inggris, Jerman, Italia dan Prancis.

Ajang Kompetisi Liga Spanyol ini sudah didirikan sejak 1929. Walaupun demikian, saat ini kompetisi tersebut menjadi pusat perhatian dari penggemar sepakbola. Dan mungkin yang menjadi pusat perhatian hanya apda dua klub besar yang juga langganan dari Liga Spanyol.

Kedua klub yang menjadi pusat perhatian adalah Barcelona dan Real Madrid. Seperti yang kita ketahui bahwa kedua klub tersebut selalu mendomisili untuk menjadi juara dan peraih trofi juara ajang La Liga.

Walaupun masih banyak klub lain yang ingin berusaha menjadi juara dan mencoba masuk dalam persaingan tersebut. Sama seperti halnya yang dilakukan oleh klub Atletico Madrid, Real Sociedad, Valencia, Deportivo La Coruna, dan Real Betis serta Athletico Bilbao.

Bersama dengan Barcelona dan juga Real Madrid, semua klub-klub tersebut berhasil meraih gelar juara ajang La Liga. Selain itu La Liga juga diramaikan dengan pelatih-pelatih yang direkrut dan berhasil menjadi pelatih terbaik karena kontribusinya menjadikan klub yang ditangani menjadi juara.

Pelatih yang pernah menangani klub La Liga seperti Carlo Anceloti, Jose Mourinho, Mauricio Pochettino, Tito Vilanova (alm), Javier Aguire, Pep Guardiol dan masih banyak lagi.

Beberapa diantara mereka mampu menjadi pelatih yang berhasil mengantarkan kesuksesan untuk klub yang ditangani sedangkan yang lainnya harus gagal.

Keadaan tersebut sangatlah wajar terjadi mengingat bahwa persaingan di La Liga yang sangat berat. Jangankan mengukir prestasi, untuk bisa meraih satu kemenangan saja sangatlah sulit untuk didapatkan.

Namun terdapat beberapa pelatih yang masuk dalam daftar pelati dengan peraih kemenangan terbanyak diajang La Liga. Lalu siapa-siapa saja pelatih yang mampu memberikan kontribusi untuk klub yang dibesutnya, yaitu

  • Luis Aragones, dengan 344 Kemenangan
  • Miguel Munoz (alm), dengan 323 Kemenangan
  • Javier Irureta, dengan 259 kemenangan
  • Ferdinand Daucik (alm), dengan 234 kemenangan
  • Ernesto Valverde, dengan 213 kemenangan

Bintang Pesepakbola Yang Pernah Menjadi Pengkhianat

Pesepakbola memang dikenal dengan loyalitasnya yang tinggi terhadap klub yang dibelanya. Bahkan ada beberapa pesepakbola yang hanya bermain untuk satu klub saja.

Pemain dengan status loyal diantaranya adalah Garry Neville, Ryan Giggs, Paolo Maldini, Francesco Totti sampai Javier Zanetti. Mereka semuanya menjadi simbol loyalitas didunia sepakbola.

Prinsip didalam sepakbola haruslah seimbang, sama halnya dengan kehidupa yang harus seimbang. Jika ada pesepakbola yang loyal maka pasti ada juga sosok pesepakbola yang tidak setia, bahkan dikenal dengan pengkhianat.

Status pengkhianat tentu tidak langsung disematkan karena ada alasan yang kuat sehingga membuat para penggemar memberikan predikat tersebut.

Didunia sepakbola, ada beberapa pemain yang masuk dalam daftar pemain yang paling tidak sukai oleh para penggemar karena dianggap telah mengkhianati.

Dilansir dari berbagai media, berikut beberapa pesepakbola yang dicap sebagai pengkhianat, yaitu:

FERNANDO TORRES

Fernando Torres tidak memilih untuk pindah keklub yang menjadi musim terbesar klub Liverpool yaitu Evertoon atau Manchester United tetapi dirinya menodai dengan apa yang sudah dia dapatkan di Liverpool dengan pindah ke Chelsea pada 2011.

Torres memang memberikan keuntungan besar untuk Liverpool karena Liverpool mendapatkan 50 Juta Poundsterling dari transfer yang dilakukan, namun The Red harus gagal mendapatkan pengganti yang sepandan dengan Torres.

MICHAEL OWEN

Berbeda halnya dengan Torres, Michael Owen dianggap sebagai pesepakbola yang telah melanggar batas karena memutuskan untuk pindah ke Manchester United yang juga merupakan klub serival dan tersengit dari Liverpool

IAN WRIGHT

Sebelum Ian Wrigt dipoles menjadi pesepakbola handal dan dinobatkan sebagai legenda asal Arsenal, dirinya hanyalah seorang striker asal Crystal Palacae dan dirinya juga cukup sukses disana. Dienam musim karirnya diklub tersebut, dirinya berhasil mencetak 100 gol dari 254 laga.

Namun bukan dengan kepindahannya ke Arsenal yang membuat Wright dicap sebagai pengkhianat tetapi karena dirinya merayakan golnya yang membuat Palace harus berada diposisi degradasi. Perbuatannya tersebut membuat murka penggemar Crystal Palace

Pembelian Pemain-Pemain Terpanik Yang Dilakukan Oleh Manchester United

Manchester United dikenal sebagai klub yang sering muncul dibursa transfer, terutama dizaman Sir Alex Ferguson. Klub berjulukan The Red Devils ini sangat jarang membeli pemain dengan harga yang selangit.

The Red Devils hanya membeli pemain sesuai dengan kebutuhan tim saja tetapi yang dilakukan oleh Sir Alex Ferguson tidak berjalan sesuai dengan rencana, malah terkadang pesepakbola yang direkrutnya gagal memberikan kontribusi untuk klub sesuai dengan yang diharapkan.

Namun kejadian tersebut sangatlah jarang bisa terjadi. Ferguson lebih sering sukses menggunakan pemikirannya dalam merekrut pemain baru. Dirinya juga memiliki kehebatan untuk membuat pemain biasa menjadi pemain yang memiliki kemampuan yang istimewa.

Kepiawaian dari seorang Sir Alex Ferguson harus berubah sejak dirinya memutuskan untuk pensiun pada 2013. Manchester United terlihat lebih serampangan pada bursa transfer pemain dan tak jarang juga pemain yang didapatkannya harus melempem dari target awal yang direncanakan.

Manchester United pernah melakukan pembelian panik pada bursa transfer pemain. Namun hasilnya malah tidak sesuai dengan yang diharapkan dan dengan pembelian panik tersebut tidak ada yang bisa memberikan kontribusi untuk klub dan sebagiannya ada yang gagal.

Dilansir oleh media Planet Football, berikut beberapa pemain-pemain yang masuk dalam pembelian terpanik The Reds Devils dibursa tranfer pemain, yaitu:

MAROUANE FELLAINI

Sebelumnya Manchester United dihubungkan dengan Cesc Fabregas, Thiago Alcantara dan Gareth Bale dimusim panas pertama David Moyes memegang ahli sebagai pelatih di Old Trafford pada 2013.

Namun Moyes harus merelakan ketiga pemain tersebut keklub lain dengan kata lain dirinya gagal membawa pulang pemain yang menjadi targetnya. Disaat itu juga dirinya memutuskan untuk tidak merekrut pemain lagi.

Moyes berubah pikiran dihari terakhir bursa transfer dan dirinya memutuskan untuk mendatangkan Marouane Fellani ke Old Trafford.

Fellani yang menjadi pengrekrutan Moyes benar-benar tidak memberikan kontribusi di Manchester United, tetapi dirinya berhasil menjadi gelandang yang mampu memenangi tiga trofi penghargaan bersama The Red Devils.

JUAN MATA

Aneh memang jika kita mendengar nama Juan Mata yang direkrut dari Chelsea sebagai pembelian panik. Saat itu dirinya masih menjadi pemain dengan status pemain terbaik Chelsea didua tahun secara beruntun.

Tetapi keadaan tersebutlah yang terjadi saat Juan Mata diboyong ke Old Traffoed pada Januari 2014. Saat itu The Red Devils melakukan pembelian terburuknya saat berada dibawah kepelatihan David Moyes.

The Red Devils membeli Juan Mata dengan harapan bisa memberikan kontribusi untuk lini serang klub tetapi harapan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Rekrutan Pemain-Pemain Termahal AC Milan

AC Milan merupakan salah satu klub paling sukses di Eropa bahkan didunia juga. Dipentas ajang Serie A, Ac Milan menjadi salah satu klub pengkoleksi Scudetto terbanyak kedua setelah Juventus yaitu 18 trofi penghargaan.

Sedangkan dipentas ajang Lig Champions, AC Milan berhasil mendapatkan tujuh gelar. Mereka hanya kalah dari Madird dalam hal catatan Diavola yaitu hanya 13 gelar trofi ajang Liga Champions.

Disepanjang karir sepakbola, AC Milan dikabarkan diisi dengan pemain-pemain terbaik dengan status sebagai pemain bintang, salah satu diantaranya adalah Ricardo Kaka.

Ricardo mulai bergabung dengan AC Milan pada musim 2003-2009. Pesepakbola asal Brasil ini berhasil membukukan 104 gol dan 74 assist dari total 307 laga yang dijalani diberbagai ajang kompetisi.

Selain itu Ricardo juga pernah berhasil mempersembahkan 5 gelar trofi penghargaan untuk pemerintahan publik San Siro. Gelar tersebut adalah Piala Super Italia, Piala Super Eropa, Serie A, Liga Champions dan Piala dunia Antarklub.

Selain itu Ricardo juga berhasil mendapatkan gelar penghargaan individu paling bergensi yaitu, piala penghargaan Ballon d’Or 2007. Dirinya hanya bertahan sampai 2013 di AC Milan dan kemudian memilih untuk bermain di Real Madrid.

Walaupun Ricardo tampil dengan prima, dirinya bukan satu-satunya pemain mahal yang dimiliki oleh AC Milan. Saat itu, mereka hanya merogoh kocek sebesar 8,5 Juta Euro untuk medapatkannya dari Sao Paulo.

Diperiode kedua, AC Milan kembali mendapatkannya secara cuma-cuma dari Real Madrid.

Namun baru baru ini, AC Milan melalui salah satu akun media sosial, Instagram menggunggah 10 rekrutan pemain termahal AC Milan namun didalamnya tidak ada nama Ricardo Kaka dan Ronaldinho.

Berikut beberapa rekrutan pemain termahal AC Milan:

  • Leonardo Bonucci (Bek) – 42 Juta Euro
  • Rui Costa (Gelandang) – 41,3 Juta Euro
  • Lucas Paqueta (Gelandang) – 38,4 Juta Euro
  • Andre Silva (Striker) – 38 Juta Euro
  • Filippo Inzahi (Striker) – 36,15 Juta Euro
  • Mattia Caldara (Bek) – 35 Juta Euro
  • Krzysztof Piatek (Striker) – 35 Juta Euro
  • Carlos Bacca (Striker) – 33,3 Juta Euro
  • Alessandri Nesta (bek) – 30 Juta Euro
  • Alberta Gilardino (Striker) – 25 Juta Euro

Itulah beberapa pemain pemain termahal rekrutan AC Milan.