Smartphone Android Terbaik 2019 Menurut AnTuTu

Pada bulan Maret 2019 ini, AnTuTu telah merilis daftar smartphone terbaik dengan total raihan benchmark tertinggi. Daftar tersebut dibuat setelah mendapatkan data benchmarking tiap smartphone dimulai dari tanggal 1 Januari hingga 28 Februari 2019.

Pihak AnTuTu menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengambil 1000 data dari masing-masing model yang diujikan. Dalam daftar tersebut terdapat 10 tipe smartphone dengan raihan benchmark tertinggi untuk saat ini.

Di peringkat pertama bertengger produk flagship terbaru dari Samsung, yakni Galaxy S10+ dengan raihan skor mencapai 332850. Smartphone ini dibekali chipset Exynos 9820 8nm serta modul kamera terbaru.

Di posisi kedua betengger Honor V20 dengan raihan benchmark di angka 305599. Produk ini merupakan produk flagship dari Honor yang memiliki banyak fitur menarik serta dibekali chipset Kirin 980 7nm.

Sedangkan untuk posisi ketiga ditempati oleh Huawei Mate 20 X dengan skor benchmark 300743, hanya selisih tipis dengan Honor V20. Untuk chipset yang digunakan sama dengan yang ada pada Honor V20, ykani Kirin 980 7nm.

Pada posisi keempat masih dipegang oleh produk dari Huawei, yakni Mate 20 dengan raihan benchmark di angka 302985, selanjutnya ditempati oleh Honor Magic 2 dengan skor 300743. Tampaknya di kuartal pertama 2019 ini, posisi teratas banyak di dominasi oleh produk asal China.

Sedangkan Xiaomi Mi Mix 2s yang dibekali Snapdragon 845 duduk di posisi keenam dengan skor 298007, mengalahkan OnePlus 6 serta ROG Phone, cukup mengejutkan bukan ? Sepertinya China benar-benar ingin bersaing dalam menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang lebih murah ketimbang kompetitor lainnya.

Alasan Mengapa Macbook Jauh Lebih Baik Ketimbang Laptop Biasa

Produk keluar Apple yang sangat terkenal di dunia serta menjadi trandsetter adalah iPhone. Tapi selain itu ada satu produk lagi yang tidak kalah keren, yakni Macbook. Macbook merupakan laptop keluaran Apple, berbeda dengan laptop pada umumnya yang menggunakan sistem operasi Windows, untuk Macbook mereka menggunakan sistem operasi khas Apple yang dinamakan macOS. Bahkan Macbook diklaim memiliki performa yang jauh lebih baik ketimbang pesaingnya, Windows. Mengapa ?

Ini dikarenakan Macbook menggunakan material premium sehingga memberikan kesan ekslusif kepada para penggunanya. Belum lagi ukuran yang tipis membuat laptop keluaran Apple ini memiliki bobot yang ringan sehingga mudah dibawa jika sedang berpergian.

Apple sudah terkenal sebagai juaranya dalam menangkal virus. Hampir semua virus tidak dapat menyerang produk buatan Apple tersebut, sama halnya dengan Macbook. Kalian tidak perlu pusing-pusing memasang antivirus di laptop ini karena laptop ini memiliki sistem enskripsi yang berbeda sehingga sulit dijebol oleh virus.

Macbook lelet ? Tidak mungkin ! Ini dikarenakan sistem operasi yang ringan sehingga tidak memberikan beban tambahan pada laptop. Meski diatas kertas spesifikasi Macbook masih dibawah laptop Windows, tetapi untuk urusan performa, boleh diadu deh !

Banyak hal yang tidak bisa kalian temukan di laptop lain, salah satunya fitur Touchbar dan TouchID. Meski dibanderol dengan harga yang cukup mahal, tetapi laptop keluaran Apple ini sangat worth it untuk dibeli.

Cara Mengubah Fungsi Tombol Bixby Di Samsung S10 Series

Seperti yang kita tahu, Bixby merupakan sebuah fitur yang dikeluarkan Samsung untuk memudahkan aktivitas penggunanya. Biasanya Samsung juga menghadirkan tombol shortcut pada bagian samping smartphone. Ketika tombol tersebut ditekan, maka aplikasi Bixby akan terbuka, sayangnya tidak sedikit orang yang merasa risih akan kehadiran tombol tersebut. Akhirnya Samsung memberikan update untuk mengubah tombol Bixby agar dapat dialihkan untuk keperluan lainnya.

Bixby sendiri pertama kali diperkenalkan pada Samsung Galaxy S8 Series dan Note 8 Series. Karena Bixby tergolong baru, masih sedikit pengguna yang menggunakan fitur tersebut. Bagi kalian yang ingin mengganti fungsi dari tombol Bixby yang ada pada Samsung Galaxy S10, caranya cukup mudah loh !

 

Pertama-tama kalian harus melakukan update pada Bixby kalian. Untuk mengupdate Bixby ke versi terbaru, kalian bisa masuk ke Samsung Galaxy Store. Setelah itu pilih menu yang ada di pojok atas, setelah itu pilih menu My Page. Nantinya akan ada pilihan untuk mengupdate Bixby ke versi terbaru.

Apabila proses update telah selesai, masuk ke menu Setting yang ada di smartphone kalian. Setelah itu kalian bisa mencari menu Advance Features, lalu pilih Bixby Key. Pada menu tersebut kalian bisa mengganti fungsi dari tombol Bixby.

Cukup mudah bukan ? Jadi tidak ada lagi tuh komplain tentang aplikasi Bixby yang secara tidak sengaja terbuka karena tombol yang tertekan. Jika kalian adalah pengguna Bixby, kalian juga bisa mengaturnya agar terbuka dengan dua kali tab.

Razer Phone 2 Akan Diperkenalkan Pada Akhir Tahun ini

Beberapa waktu yang lalu, dua aplikasi bencmarking ternama, Antutu dan Geekbench mengungkapkan beberapa detail spesifikasi untuk Razer Phone 2. Smartphone gaming tersebut dikabarkan akan membawa chipset Snapdragon 845 dan juga ROM berkapasitas 512GB.

Sebelumnya pihak Razer belum memberikan bocoran kapan produk ini akan diluncurkan ke pasar global. Saat ini pihak Razer sudah memutuskan tanggal perilisan Razer Phone 2. Min Liang Tan selaku CEO Razer memberikan informasi bahwa Razer Phone 2 akan diperkenalkan pada tanggal 10 Oktober 2019 ini.

Tidak hanya membawa chipset terbaru dan juga RAM dan ROM yang besar, Razer Phone 2 juga akan hadir dengan sistem operasi Android 9 Pie. Hal ini cukup mengejutkan, pasalnya Android Pie sendiri baru bisa dirasakan oleh pengguna Google Pixel saja.

Bukan Razer namanya jika tidak meluncurkan produk yang memiliki refresh rate yang tinggi. Razer Phone 2 membawa layar yang mampu mencapai FPS yang menyentuh angka 120 Hz. Sudah terbayang bagaimana smoothnya pergerakan antar layar yang terjadi ketika menggunakan smartphone ini ? Menakjubkan bukan ?

Baterai yang ada pada Razer Phone 2 juga cukup memuaskan, ya baterai yang digunakan berkapasitas 4.000 mAh yang tentunya akan mendukung setiap aktivitas gaming para penggunanya.

Untuk harganya sendiri, Razer Phone generasi pertama dibanderol di angka 800 USD, namun untuk edisi kedua, pihak Razer masih belum memberi informasi resmi terkait harga jualnya di pasaran nanti.

Meski begitu, kabar ini tentunya menjadi angin segar bagi pecinta produk Razer. Semoga smartphone ini tidak mengecewakan, pasalnya ada banyak brand kompetitor yang mengeluarkan gaming phone dengna segudang fitur menarik, seperti ROG Phone dan juga Xiaomi Blackshark.

Smartphone Gaming iQOO, Sub Brand VIVO Yang Ditujukan Bagi Para Gamer

Sudah tahu smartphone iQOO ? Sub brand VIVO yang satu ini secara resmi meluncurkan produk smartphone pertama mereka dengan nama yang sama. iQOO sendiri merupakan kependekan dari Quest On and On. Ya, smartphone ini ditujukan pada mereka yang senang bermain mobile game.

Meski baru menjajalkan diri di dunia gadget, bukan berarti smartphone ini bisa dipandang sebelah mata loh sob, pasalnya smartphone ini hadir dengan spesifikasi yang mumpuni layaknya flagship. Bahkan tersedia beberapa varian yang bisa dipilih, mulai dari varian RAM 6/128, 8/128, 8/256, hingga 12/256GB !

Untuk memberikan sentuhan yang berbeda didalam persaingan smartphone, iQOO menghadirkan dua varian warna yang unik, yakni Electro-optic Blue dan Lava Orange yang keduanya memiliki fitur Halo Light Strip pada bagian belakang smartphone.

Fitur ini akan menyala ketika pengguna telah menyelesaikan misi tertentu dalam sebuah game. Lampu LED tersebut terinspirasi dari mobil sport dengan performa tinggi, yang hingga saat ini tidak diketahui apa hubungannya antara sebuah smartphone dengan mobil sport.

Kembali ke topik utama, iQOO hadir dengan layar AMOLED 6,4 inci dengan rasio mencapai 91,7%. Sedangkan kamera utamanya sendiri memiliki lensa IMX 363 12MP + lensa wide 13 MP + 2 MP untuk mengambil foto bokeh.

Karena smartphone ini dikhususkan untuk gamer, maka fitur yang hadir juga harus mendukung, seperti Multi turbo, Ai Turbo, Cooling Turbo, Center Turbo serta Game Turbo. iQOO juga dilengkapi fitur 4D 2.0+, yakni fitur untuk meningkatkan haptics dan surround sound ketika smartphone digunakan untuk bermain game.

Sebagai tambahan informasi, smartphone ini merupakan ponsel resmi King Pro League. Lalu berapa sih harga untuk varian tertingginya ? Untuk versi RAM 12/256 GB + 44W, harga yang dibanderol sekitar 4298 Yuan atau 9 jutaan Rupiah.

Diambang Kebangkrutan, Blackberry Andalkan Sery Key2

Blackberry merupakan vendor smartphone yang sempat booming tahun 2010 lalu dan sempat merajai penjualan ponsel di dunia. Tetapi belakangan ini Blackberry tengah berada di jurang kebangkrutan melihat penjualan ponsel pintar mereka yang tidak memenuhi target penjualan. Ingat dengan ponsel keluaran Blackberry yang mengusung sistem slide dan touch screen, Blackberry Prive ? Ponsel yang satu ini juga gagal memenuhi target pasar yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Baru-baru ini tengah diberitakan kabar yang mengatakan Blackberry tengah mengerjakan proyek smartphone tipe terbaru mereka, Blackberry Key2. Sebelumnya Blackberry pernah merilis Blackberry KeyOne, sayangnya produk yang satu ini juga gagal memenuhi ekspektasi. Dari seluruh produk keluaran Blackberry yang pernah diluncurkan belakangan ini, tidak ada satupun yang berhasil memenuhi target penjualan.

Blackberry tentunya harap-harap cemas dengan produk Blackberry Key2 ini, pasalnya jika ini masih gagal memenuhi target penjualan, bukan tidak mungkin Blackberry akan gulung tikar dari dunia perponsel pintaran dunia. Blackberry Key2 memiliki keyboard fisik yang juga berguna sebagai pemindai sidik jari. Berbeda dengan seri sebelumnya yang menggunakan single lens, di versi Key2 ini, Blackberry menyematkan dual kamera yang memiliki fungsi untuk mengambil foto bokeh. Hal ini dilakukan Blackberry untuk menarik perhatian konsumen yagn saat ini tengah ramai membicarakan mengenai fitur bokeh pada smartphone.

Untuk menambah pengalaman berfoto, Blackberry Key2 juga menerapkan kemampuan merekam video 4k dengan 30FPS yang disinkron dengan Google Lens. Bluetooth yang digunakan pada seri ini juga sudah menggunakan Bluetooth versi terbaru, yakni Bluetooth 5.0.

Untuk estimasi harga smartphone Blackberry Key2, banyak yang berasumsi harga yang dipatok akan berada pada angka 9 hingga 10 juta. Bagaimana, apakah gadgeters berminat untuk membeli Blackberry Key2 ?

Google Pixel 3 Cuma Ngandalin Kamera ?

Produk smartphone flagship dari Google, Pixel 3 rasanya tidak membawa perubahan yang signifikan jika dibandingkan dengan Pixel 2. Memang cukup disayangkan, namun apa memang smartphone ini hanya mengandalkan sektor kamera saja ?

Sebenarnya fitur yang ada di smartphone ini tidak bisa dibilang yang terbaik, pasalnya ketika kompetitor lainnya sudah menggunakan berbagai jenis sensor, Google Pixel 3 justru hadir dengan sensor yang cukup minim. Bahkan poni yang ada pada layar smartphone juga sangat tidak berfaedah, ya ! Tidak ada sensor apapun disana, berbeda dengan kompetitor lainnya yang sudah membenamkan sensor face recognition pada bagian depan smartphone, sebut saja iPhone X.

Namun dari segi material bodi, Google Pixel 3 terlihat sangat premium. Dengan balutan warna matte di bodi belakang, pengguna tidak perlu takut sidik jari terjiplak di bodi smartphone. Selain itu bodi yang ada pada bagian belakang juga terdiri dari dua warna dan dua material yang berbeda, keren !

Tidak hanya itu saja, smartphone ini juga bersih dari bloatware. OS yang dibawa juga sangat ringan dan sudah menggunakan Android 9 Pie sehingga terasa sangat smooth. Sayangnya chipset yang digunakan masih ketinggalan jaman, yakni Snapdragon 845, memang masih kelasan flagship, namun ini adalah chipset flagship tahun lalu. Clockspeed juga diturunkan menjadi 2,5 GHz. Ini dilakukan agar baterai lebih irit.

Meski hanya bermodalkan satu kamera utama, namun jangan dianggap remeh ya ! Kamera yang ada pada Google Pixel 3 sangat powerfull ! Bahkan bisa disejajarkan dengan kamera yang ada pada smartphone flagship lainnya. Kamera pada smartphone ini memiliki resolusi 12,2 MP IMX 363 yang mampu menghasilkan foto dengan kualitas tinggi, termasuk untuk perekaman video ( meski tidak sebaik iPhone XS ).

Untuk smartphone dengan banderol harga 13 jutaan, rasa-rasanya tidak ada hal khusus yang ditawarkan selain kemampuan kamera yang powerful. Meski begitu, bagi kalian yang ingin merasakan pengalaman baru dalam menggunakan ponsel Android, Google Pixel 3 bisa jadi pilihan yang tepat.

Apakah Galaxy Note 8 Masih Layak Dibeli Di Tahun 2019

Pada Agustus 2018 silam, Samsung secara resmi meluncurkan Galaxy Note 8. Produk tersebut menjadi rival terkuat bagi iPhone X dan iPhone 8 Series. Samsung Galaxy Note 8 juga merupakan penyempurnaan dari Galaxy Note 7 yang gagal pada tahun 2017 silam.

Semenjak diluncurkannya Galaxy Note 8, konsumen yang sempat ragu akan produk Samsung kembali menaruh kepercayaan. Terbukti dari total penjualan Note 8 yang terbilang sukses. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah Note 8 masih layak untuk dibeli di tahun 2019 ini ?

Sebenarnya jika ditanya seperti itu, hampir semua orang akan menjawab dengan respon yang positif. Mengapa ? Tentunya ini tidak lepas dari fitur, hardware dan juga software yang ada pada Galaxy Note 8.

Untuk versi Asia sendiri, Galaxy Note 8 hadir dengan chipset Exynos 8895 Octa Core. Prosesor ini memang punya performa dibawah Snapdragon 845, namun masih cukup kuat untuk menjalankan aplikasi berat yang ada di tahun 2019, bahkan kami prediksikan, smartphone ini masih layak digunakan sampai dua tahun kedepan.

Alasan kami masih merekomendasikan Galaxy Note 8 di tahun 2019 tidak lepas dari banyaknya fitur yang ditawarkan, mulai dari S Pen, kemampuan kamera yang mumpuni, layar 6,3 inci infinite Display dengan panel AMOLED hingga material body yang sangat premium.

Sayangnya ada satu kekurangan fatal dari Note 8 yang perlu kalian catat, yakni ketahanan baterai yang PARAH. Ya ! Kami sangat kecewa dengan baterai yang ada pada Note 8, bayangkan saja, untuk menjalankan sebuah smartphone dengan spec yang begitu canggih, Samsung hanya membekalinya dengan baterai berkapasitas 2900 mAH !

Namun diluar kekurangan tersebut, smartphone ini masih sangat layak digunakan bahkan hingga dua tahun kedepan. Untuk harganya sendiri juga sudah cukup murah, hanya berkisar di harga 6 – 7 jutaan saja untuk second handnya sedangkan untuk barunya berkisar di harga 8 – 9 jutaan.

iPhone X Di Tahun 2019, Masih Layak Tuk Dibeli ?

Apple memang selalu menjadi trensetter dalam perkembangan teknologi smartphone dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 silam, tepatnya bulan September, Apple memperkenalkan produk terbaru mereka yang bernama iPhone X. Produk ini langsung menjadi sorotan dunia, bahkan desainnya sendiri banyak diikuti oleh kompetitor hingga saat ini.

iPhone X hadir dengan spesifikasi yang overkill di tahun 2017-2018 silam. Hampir tidak ada smartphone yang bisa menyaingi produk Apple tersebut. Efisiensi dan kecepatan dari chipset A12 Bionic memang patut diacungi jempol, bahkan skor Benchmark dari iPhone X jauh melampaui ponsel kompetitor lainnya.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah iPhone X masih layak untuk dibeli di tahun 2019 ini ? Mari kita bahas lebih dalam.

Memang eksistensi iPhone X sudah tergantikan oleh iPhone XS, XS MAX dan juga XR. Ketiga produk terbaru Apple tersebut sudah menggunakan chipset A12 Bionic yang tentunya menjadi chipset paling mutakhir saat ini. Namun itu tidak berarti iPhone X itu buruk. Meski dikeluarkan di akhir 2017 silam, namun smartphone ini masih sangat mumpuni untuk digunakan, bahkan bisa dibilang masih OVERKILL untuk 1 atau 2 tahun kedepan.

Meski kamera utama yang dimiliki oleh iPhone X hanya beresolusi 12 MP, namun kualitas foto yang dihasilkan sangat baik. Untuk perekaman videonya sendiri juga sangat mumpuni dimana iPhone X bisa merekan video FHD+Slow motion  dengan 30FPS, setara dengan perekaman slow motion dari kamera DSLR.

Untuk baterainya sendiri juga masih dapat bertahan seharian penuh hanya dengan satu kali pengecasan. Tidak hanya itu saja, salah satu faktor terpenting bagi masyarakat Indonesia adalah “HARGA”, untuk iPhone X sendiri saat ini sudah bisa didapatkan dengan harga 12 jutaan saja untuk garansi internasional. Cukup terjangkau jika dibandingkan iPhone XS Max yang dibanderol diangka 20 hingga 29 jutaan.

Xiaomi Mi 8 EE: Keren Sih, Tapi Kok Ada Yang Kurang Yah ?

Xiaomi memang selalu punya cara untuk menggaet calon konsumennya, mulai dari banderol harga yang murah hingga spesifikasi papan atas yang mumpuni. Namun kali ini Xiaomi meluncurkan produk yang agak “nyeleneh” dimana mereka meluncurkan Xiaomi Mi 8 Explorer Edition.

Smartphone yang akrab disebut Mi 8 EE ini memiliki tampilan yang cukup unik dimana pada bagian belakang body, pengguna dapat melihat seluruh isi jeroannya. Mengapa demikian ? Ini karena pihak Xiaomi menggunakan back body transparan sehingga memungkinkan pengguna melihat isi dalaman smartphone tersebut ( meski palsu ).

Meski mampu menarik perhatian, namun smartphone ini juga tidak lepas dari kekurangan. Kita ambil contoh saja ketiadaan jack audio 3.5 mm dan juga slot untuk MicroSD. Dua kekurangan ini cukup krusial, pasalnya beberapa orang merasa ruang penyimpanan internal pada smartphone masih kurang, sedangkan hilangnya jack audio membuat smartphone ini menjadi tidak efisien.

Menariknya, Mi 8 EE sudah mengusung sistem fingerprint under display. Fitur ini tentu memberikan nilai lebih pada smartphone ini, pasalnya belum banyak brand kompetitor yang mengusung sistem semacam ini. Banyak orang yang mempertanyakan apakah fingerprint sensor ini dapat bekerja dengan baik jika menggunakan tempered glass, jawabannya adalah ya ! Fingerprint masih dapat membaca sidik jari dengan sangat baik meski dengan tempered glass yang melindungi layar depan smartphone.

Sebagai smartphone flagship, layar yang diusung oleh Mi 8 EE juga sudah menerapkan teknologi SUPER AMOLED. Bagi kalian yang gemar menonton, smartphone ini juga sudah support HDR10 loh ! Keren bukan ?

Untuk segmen kamera juga cukup keren, dimana pada bagian depan smartphone sudah dibenamkan kamera beresolusi 20 MP, sedangkan untuk kamera utamanya menggunakan kamera beresolusi 12 MP 2x Optical Zoom dengan aperture f/2.4, dan kamera sekunder 12 MP dengan aperture f/1.8 dengan lensa Sony IMX363. Tentu kedua kamera utama tersebut sudah dilengkapi OIS.

Bagaimana dengan harganya ? Mi 8 EE dibanderol di harga 13 jutaan, harga yang cukup pantas untuk smartphone flagship dengan segudang fitur dan tampilan yang menarik.